Postingan

Menampilkan postingan dengan label televisi

Satu Jam Saja

Beberapa waktu lalu, disela-sela memanasnya berita tentang hasil hitung cepat pilpres pada 9 Juli, ada kabar cuaca bahwa suhu Jakarta menembus angka 25 derajat celcius, sedikit dingin untuk Jakarta yang biasa panas. Saya tahu, berita ini tak memiliki pengaruh apapun terhadap booming-nya berita-berita tentang Quick Count. Malam ini, saya tak tahu Jember berapa derajat suhunya, tak ada media yang mau memberitakannya. Ya, memang tak penting. Yang jelas, saya menulis ini pada malam hari dengan mengenakan jaket, Jember sedang dingin. Kawan saya, di sebelah saya duduk mengajak “panas-panasan!” Mengajak saya menulis cepat, terserah apapun yang ditulis. Selanjutnya tulisan itu akan langsung diposting ke website pribadi masing-masing. Jam sepuluh malam nanti, adalah batas akhir tulisan itu. Tak ada hadiah atau apapun dalam kompetisi ini, Cuma iseng! *** Beberapa hari ini, saya intens mengamati berita-berita media online dan televisi. Semua pada sibuk memberitakan sesaknya atmosfir...

Framing dan Dua Hal Penting

Dalam proses bermedia, sebelum sebuah media itu terbit, banyak ritual yang harus dilakukan terlebih dahulu. Salah satunya adalah mendalami tujuan media itu sendiri. Mungkin itu adalah hal utama yang terbersit dalam ruang pikir redaksi. Tujuan disini dilatarbelakangi banyak hal. Kode etik, undang-undang pers, politik redaksi, kondisi lingkungan sosial, dan banyak yang lain. Satu hal yang penting dalam ritual bermedia adalah: pembingkaian ( framing ). Pembingkaian realitas, kemudian meramunya menjadi teks berita, merupakan proses terpenting dalam dapur redaksi. Karena proses pembingkaian itu, menentukan sebuah tujuan itu sampai kepada pembaca. Salah satu unsur yang perlu dperhatikan dalam proses framing , adalah bahasa. Bahasa yang dikembangkan dan penggunaan kata-kata dalam mengonstruksi realitas, dapat ditebak makna dan citra yang hendak dikembangkan media. Sebab, pilihan kata tertentu dapat menuliskan realitas. Kata yang digunakan dalam sebuah news , dapat membatasi seseoran...

Surga Kecil dan Televisi yang Ada Disana

Gambar
Ruang dibagian tengah rumahku itu serasa jadi surga yang bapakku bangun untuk keluarganya, utamanya untukku, mungkin. Dulu Setiap kali lelah setelah pulang sekolah, ruang tengah itu akan selalu jadi tujuan pertamaku sesampainya di rumah. Sederhana, disana hanya ada sebuah dipan beralaskan kasur lipat dan sebuah televisi. Rebah sambil memegang remote kontrol dan memainkannya untuk mencari chanel tv yang ku suka. Mulai chanel yang berisikan film-film hollywood tanpa jeda iklan, hingga televisi yang khusus hanya menayangkan iklan-iklan produk peralatan rumah tangga, semuanya ku tonton. Apa yang menarik? Aku tak tahu, hanya saja saat aku melakukan aktifitas di depan televisi dengan posisi seperti itu, serasa nyaman dan lelah sirna seketika. Menyenangkan. Biasanya setiap kali keluargaku dari berbagai daerah kumpul, di ruang tengah itu tempat menjalin kebersamaan. Makan, tidur dan banyak hal menyenangkan lain yang terjadi disana. Kecilku dulu sepertinya juga banyak dihabiska...