Postingan

Tentang Langit

Kau Tahu langit? biru membentang, tanpa batas disaat cerah gelap, pekat dikala mendung basah dikala hujan hitam murung dikala malam tanpa bintang Kau Tahu langit? menerangi jagad, menyegarkan suasana bentangan luasnya tak berbatas naungan bagi semua makhluk Kau Tahu langit? taman para burung taman para malaikat tujuan para insan pilihan Kau Tahu langit? Bagiku langit juga sepertimu taman untukku bersenang-senang menerangi hari dengan celoteh riang taman untukku bermain-main Kenapa langit juga sepertimu? karena kau sama indahnya dengan langit *** Tulisan ini diambil dari Facebook saya. Entah saya lupa, kapan tulisan ini dibuat. Mungkin sudah beberapa abad yang lalu.

Kisah Tentang Wanita Itu

Awal mula saya mengenalnya, di ajak seorang kawan. Kawan yang sangat dekat sekali dengan saya. Sampai sedekat ini (sambil menunjuk tempat antara hidung dengan bibir). Di ajaklah saya untuk menemuinya. Sampai di depan rumahnya, saya dipersilahkan duduk, tidak disuruh masuk. Di teras rumahnya ada tempat yang memang khusus untuk tamu. Yang saya rasakan saat pertama kali melihatnya,   dia itu ramah, murah senyum. Paras wajahnya imut, mirip-mirip Nikita Willy atau personil Cherry Belle, hanya saja lebih sedikit kecoklatan kulitnya dan tak terlalu tinggi. Dia seorang wanita . Dari pertemuan pertama, ternyata saya keasikan. Hingga hari-hari berikutnya saya terus menemuinya, tapi sayang, malam hari saya kesana tidak diperbolehkan. Jadi hamp i r setiap pagi menjelang siang kesana, terkadang juga sore hari. Sampai saat ini, saya masih tetap terus setia berkunjung kesana. Keramahan yang di...

Wanita-wanita

Setiap perempuan, siapapun dia, dapat membuat seorang lelaki, siapapun dia, menjadi seorang pria sejati. -Putu Wijaya- Dia yang darahnya mengalir di tubuhku, yang peluhnya menetes dalam semangatku dan kasih sayangnya yang memaksaku ikhlas tumbuh bersama waktuku. Raut wajahnya kini tak seperti dulu, saat aku masih belum bisa membuang ingusku sendiri. Dia tak terlalu renta, namun masih berwibawa dan lembut tuturnya. Berjalannya kini pelan, tak seperti dulu saat ia masih bisa mengejarku yang tengah asik bermain, dan hampir saja kendaraan bermotor menabrakku dari belakang saat aku berlarian di jalan. Bicaranya kini setengah berbisik, tak seperti dulu yang tawa kerasnya bisa membuatku tertawa juga. Yang tak berubah dari wanita 60-an tahun itu, masakannya masih bisa menggoyang lidah. Saat aku jauh darinya, selain binar wajah dan tegak tubuhnya, adalah masakan sederhananya yang kurindu. Urap-urap sepesial buatannya selalu menungguku di meja dapur, dan dia menyiapkan it...

Cerita Saat Senja

Semburat jingganya menyiratkan akhir. Awal kemunculannya adalah permulaan menuju gelap. Setelah ia datang, maka manusia-manusia dengan segala bisingnya siap menenggelamkan hidupnya ke dalam dunia lain. Saya yang tengah menikmati hari, siap menyambutnya dengan senyum, karena memang mau tak mau ia akan tetap datang menghampiri bumi. Aku memanggilnya senja.   Senja kali ini berbeda, saya sedang bersama seseorang yang akan memberikan banyak cerita tentang hidupnya. Cerita tentang kehidupannya. Di senja kali ini, hanya sedikit dari kisah hidupnya yang panjang. *** Pada awalnya saya menyaksikan orang tua itu dengan biasa saja, namun lama kelamaan ada hal unik yang muncul dari dirinya. Dia melakukan aktifitasnya demi seseorang “saya tulus dan tanpa pamrih,” begitu katanya saat saya menanyakan mengapa dia melakukan semua aktifitasnya itu. Setiap harinya ia hanya menghabiskan waktu dengan menyombongkan diri, karena bisa berada diatas bumi. Diatas pohon kelapa itu ...

Sehari

Gelap hilang Mimpi hilang Awal yang hangat Kemudian terang Lalu redup Lalu gelap Lalu lelap Seterusnya terulang (28/02/13)

Kamu

“Aku hanya tak tahu bagaimana perasaanmu saat mengungkapkan (yang kataku) ungkapan tulus itu”    Saat semua orang tahu aku (sedikit) menghilang dari kehidupan, yang ku lakukan adalah mempersiapkan kehidupan lain yang terkait denganmu. Kehidupan itu dalam bentuk angan-angan, cita-cita, dan mimpi yang realistis. Semua hal aku lakukan saat aku menghilang. Hanya untuk sejenak melihatmu dikeremangan, ku persiapkan semua secara besar-besaran, aku persiapkan semua dengan perhitungan yang pas. Dan saat yang tepat aku meninggalkan jejakku menghilang, aku lahir sebagai orang yang siap dengan masa lalu yang di ulas lagi. Berbicara kamu, kau itu seperti buah durian segar dengan aroma yang menggoda. Tapi untuk menikmatinya, aku harus menghilangkan kulit duren yang berduri itu. Biar begitu, tetap saja aku kembali pada persepsi awalku tentang sosok dirimu yang baik. Dalam konsep analisis framing, seseorang melihat sebuah realitas dan fakta dalam satu sudut pandang (Frame) ....

Kisah Apel

Diawali dengan suka padanya, lewat rasa dan warna rasa suka itu hadir. Segar, mengandung banyak vitamin dan mineral. Jika dalam klasifikasi ilmiah, dia termasuk dalam kerajaan Plantae, dan termasuk bangsa Maleae. Biasanya dia memiliki dua warna; merah dan hijau. Tapi ada juga yang berwarna kuning. Yang jelas warna-warna itu juga memupuk rasa suka tadi. Dia termasuk dalam kelas Magnoliopsida serta masuk dalam spesies M. Domestika. Sesuatu yang memiliki nama Binominal malusdomestika ini, bisa diolah menjadi jus, saus, dan beberapa minuman lain. Itulah apel. Pertama kali orang menanam apel itu di daerah Asia Tengah, namun saat ini banyak apel bisa di jumpai hampir di seluruh Negara di dunia. Pohon apel itu kecil dan berdaun gugur, daunnya berbentuk lonjong, dan meiliki panjang 5 sampai 12 cm. Bunga apel mekar di musim semi, bersamaan dengan percambahan daun. Bunganya putih dengan baur merah jambu yang berangsur pudar. Pada bunga, terdapat lima kelopak , dan mencapai diameter 2...